Adil ; satu kata yang mudah untuk di ucapkan, namun susah untuk mengimplementasikan nya. Hitung-hitunglah dirimu sebelum orang lain menghitung nya, merupakan pernyataan yang (mungkin) menyadarkan kita, agar selalu bermuhasabah, introspeksi terhadap diri.

Betapa banyak dari kita yang meminta orang lain untuk bersikap adil kepada kita, namun kita tidak mampu bersikap adil pada diri sendiri apalah lagi orang lain. Menuntut orang lain bersikap adil tidak salah, namun ketika kita di perhadapkan sebagai eksekutor suatu keputusan, disitulah kita dimintai pertanggung jawaban, adil kah kita ?!!

Tentunya sebagai insan pendidik agen perubahan , hal ini harus menjadi konsekwensi dari profesi ini, konsekwensi kita dalam mengurus anak-anak bangsa yang hanya mengharap ridho Allah SWT semata. Menanam padi bisa jadi akan ada lalang yang tumbuh, namun jangan berharap tumbuh padi jika lalang yang di tanam.

Sebuah ilustrasi; seorang guru jarang masuk kelas, ketika masuk pun mengajar asal2an, yang penting selesai jam keluar. Suatu saat ada ujian, maka siswa tidak bisa menjawab secara maksimal, oleh guru di berikan lah nilai apa adanya (rendah), alasan sang guru “harus jujur”. Adilkah itu ??!

Penulis seorang yang dhaif, penuh dengan kesalahan, tapi berusaha untuk berbuat adil, untuk jujur dan mengakui atas kelemahan diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Hak semua orang untuk mengomentari suatu peristiwa, namun sebagai guru seyogyanya bisa memberi tauladan bagi sesama.

Wallahu’alam bishawaab….
Wassalaam…, tabe. 🙏🏽🙏🏽🙏🏽

Syam Zaini
_______
Palu, 17. Jan 2018.