Suara Guru – Jakarta. Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Kepulauan Riau (Kepri) melakukan audiensi dengan Plt. Gubernur Kepri, Kamis (16/1/2020) di Gedung Daerah Tj.Pinang. Pada kesempatan tersebut, berlangsung dialog tentang pendidikan khususnya tentang permasalahan guru di Kepri.

Ketua PGRI Provinsi Kepri Rustam Efendi, SE. M.Si., didampingi oleh Sekum Drs. Hernowo, M.M dan pengurus lainnya menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik lalu dilanjutkan dengan penyampaian maksud serta tujuan audiensi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Plt. Gubernur Kepri didampingi Kadisdik dan Kadispora Provinsi Kepri mengucapkan selamat kepada pengurus PGRI Provinsi Kepri yang baru terpilih hasil konprov beberapa waktu lalu.

Plt. Gubernur sangat berharap pada Ketua PGRI beserta jajaran pengurus lainnya untuk bekerja lebih optimal dan memerhatikan serta memperjuangkan hak-hak para guru. Serta PGRI lebih aktif dan giat membantu persoalan yang dihadapi oleh guru-guru. Pemerintah Prov. Kepri akan tetap memperhatikan permasalahan pendidikan terutama permasalahan guru. Ke depannya diharapkan pengurus PGRI dapat menjalin komunikasi lebih baik kepada Kadisdik Prov. dan Kadisdik Kab/Kota se-Kepri.

Sementara itu, beberapa hasil pemikiran yang disampaikan kepada Gubernur di antaranya sebagai berikut. pertama, terkait pengajuan insentif untuk guru, rehabilitasi gedung guru, dan pengangkatan guru honor menjadi PNS.

Pokok pikiran yang disampaikan langsung mendapat tanggapan dari Plt. Gubernur. Terkait pengajuan insentif guru, Plt.Gubernur menyampaikan Insya Allah di tahun 2021 akan dimasukkan anggaran insentif untuk guru di Kepri.

Berkaitan dengan rehabilitasi gedung guru, 21 Januari 2020 Ketua PGRI diajak Plt. Gubernur untuk meninjau Gedung Guru. Tujuannya untuk melihat kondisi Gedung guru. Bapak Plt. Gubernur telah menyetujui untuk dilakukan rehabilitasi dan akan diserahkan sepenuhnya kepada PGRI agar dapat dimanfaatkan.

Masalah pengangkatan guru honor menjadi PNS, ia berjanji akan mengajukan kuota lebih besar ke Mendagri dalam hal pengangkatan guru, terutama guru honorer.

Audiensi ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama. (wdy/CNO)