Экстремальные виды отдыха
Недвижимость. Недвижимость в Одессе. Агентство недвижимости Ланжерон

 

 

Written by Hast Wyne Category: Berita Pendidikan
Published Date Hits: 175
Print

SEMARANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Mohammad Nuh menyatakan pihaknya akan segera memproses izin IKIP PGRI Semarang menjadi Universitas Pendidikan PGRI.

Nuh dalam kunjungannya ke IKIP PGRI untuk Sosialisasi Kurikulum 2013 kepada para guru dan meresmikan Gedung Pascasarjana serta peletakan batu pertama Balairung, Sabtu (23/2) mengatakan, tidak ada alasan lagi untuk tidak berubah menuju ke arah yang lebih baik.

”Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak dikonversi dari institut menjadi universitas. Karena yang terpenting, semua persyaratan untuk mendukung sudah ada,” ungkapnya.

Namun, jika sudah menjadi universitas, peruntukannya bukan lagi bagi kalangan PGRI atau Jawa Tengah saja, tetapi untuk seluruh anak Bangsa Indonesia.
”Kalau semua persyaratan cepat dipenuhi oleh IKIP PGRI, Insya Allah tahun akademik baru 2013/2014 sudah layak menjadi universitas,” kata Nuh.

Beri Jaminan

Dalam proses izin menjadi universitas tersebut Pengurus Besar PGRI siap memberikan jaminan kepada Kemdikbud bahwa IKIP PGRI sudah memiliki persiapan yang matang untuk bertransformasi.
”PGRI ikut menjamin IKIP PGRI Semarang menjadi universitas. Bukan karena saya pernah menjadi rektor di sini selama dua periode, namun dari kesiapan saya kira sudah matang,” ungkap Ketua PB PGRI Dr Sulistyo MPd yang hadir dalam acara tersebut.

Rektor IKIP PGRI Semarang Dr Muhdi mengatakan, untuk proses transformasi pihaknya sudah menyiapkan seluruh fasilitas maupun sarana-prasarana hingga program studi baru.
Selain itu, IKIP PGRI juga telah menggandeng Akademi Teknologi Semarang (ATS) untuk bergabung dalam satu yayasan. 

”Diharapkan dengan penggabungan ATS akan lebih mempercepat proses perubahan menjadi universitas. Jika sudah menjadi universitas, selain menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi, juga akan menyelenggarakan pendidikan vokasi,” tandasnya. (K3-37) (/)

 
Written by Hast Wyne Category: Berita Pendidikan
Published Date Hits: 346
Print

MEDIACENTER - Welin Kusuma, pria asal Kendari ini mempunyai 18 gelar akademis dan profesi.  Ia menyandang 8 gelar sarjana, 3 gelar magister, dan 7 gelar profesi. Welin pun mendapatkan sertifikat dari MURI. Pada penghargaan tersebut, tertulis nama Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, Skom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP.

Selama menjalani pendidikan, Welin pernah menempuh 111 SKS dalam 1 semester genap pada periode Februari-Agustus 2003. Saat itu Welin menempuh kuliah di 5 jurusan S-1 sekaligus. Yakni, teknik industri Ubaya (24 SKS), ekonomi manajemen STIE Urip Sumoharjo (11 SKS), administrasi negara UT (28 SKS), teknik informatika STTS (25 SKS), dan hukum Unair (23 SKS).

Sumber : http://kumpulan-berita-unik.blogspot.com/

 
Written by Hast Wyne Category: Berita Pendidikan
Published Date Hits: 262
Print

MEDIACENTER - Universitas Indraprasta PGRI mengawali tahun 2013, dengan menggelar Wisuda XXXVI di Gedung Sasono Utomo, Tama Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dalam sambutannya Rektor UNINDRA  Prof. DR. Sumaryoto, setiap lulusan sarjana pendidikan harus menghayatibenar tugas dan kewajibannya sebagai seorang tenaga pendidik yang profesional dan penuh dedikasi dalam melaksanakan tugas. Selain itu, guna menunjang kompetensi bagi setiap lulusan, penambahan pengetahuan dan peluasan wawasan harus senantiasa berlangsung seacara terusmenerus.

Sebanyak 1.147 orang program Strata Satu (S1) berjumlah 1.052 dan 95 orang dari Pasca Sarjana, dari tiga Fakultas diantaranya Fakultas Ilmu pendidikan dan pengetahuan Sosial (FIPPS), Fakultas Teknik, Matematika dan IPA (FTMIPA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dan Program Pasca Sarjana.

 Untuk memenuhi kebutuhan sarana belajar dan mengajar kini unindra telah membangun enam unit gedung perkuliahan dengan 150 kelas. Sesuai dengan peraturan UU no12 tahun 2012, tentang pendidikan tinggi, UNINDRA siap menyongsong semua peraturan dengan sebaik mungkin, karena semua peraturan yang ada demi menjaga  kualitas pendidikan.

Sementara Orasi Ilmiah kali ini, disampaikan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat, Drs, Ahmad Sjamsuri, MM dengan tema “Kreativitas dan Inovatif Mahasiswa”. Dalam orasinya ia mengungkapkan, seorang sarjana, apapun bidangnya dan disiplin ilmunya terdapat beberapa hal yang membedakan dengan orang yang tidak berpredikat sarjana. Sarjana bisa dicirikan dengan memiliki ketuntasan berfikir, mulai dari mengingat, memahami, mengimplementasikan, menganalisis, melalui sintesis lalu kemudian diaksikan kembali. Seorang sarjana dituntut untuk mampu menciptakan kreativitas serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

 
Written by Hast Wyne Category: Berita Pendidikan
Published Date Hits: 167
Print

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Wakil Gubernur Kepri Dr. Soerya Respationo,SH,MH menerima kunjungan silahturahmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepri,  di ruang kerjanya.

Dalam silahturahmi tersebut,Ketua PGRI Provinsi Kepri, Drs. Ismail,M.Pd mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Kepri atas perhatiannya pemerintah kepada para guru selama ini.

Untuk itu, PGRI siap menjadi ujung tombok memajukan pendidikan diseluruh wilayah Kepri. "Kami berharap, kedepan kami dapat terlibat lebih dalam untuk memajukan arah pendidikan di Provinsi ini," kata Ismail.

Sekretaris PGRI Provinsi Kepri, Sugeng Widodo, M.Pd dalam silahturahmi itu juga memaparkan beberapa kendala yang dihadapi tenaga pengajar yang ada di Kepri. "Salah satunya adalah pendistribusian guru untuk beberapa kabupaten dan kota tidak merata. Kedepan, kami berharap pendistribusian ini dapat menjadi perhatian dari pemerintah provinsi Kepri," harap Sugeng.

Tak hanya itu, PGRI juga berharap pemerintah Provinsi dapat memperjuangkan nasib para guru honorer yang ada di Kepri. Selama ini, kata Sugeng, tingkat kesejahteraan para guru honorer tersebut kurang layak. "Selama ini, pendapatan rekan rekan kami guru honorer masih dibawah Upah Minimum Reguler (UMR). Kami berharap pemerintah minimal dapat menyediakan upah diatas upah minimum," katanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur berjanji untuk mencarikan solusi dari kendala kendala yang ada. Agar lebih menyeluruh, Soerya meminta diselenggarakan sarasehan yang dihadiri seluruh anggota PGRI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

Dalam sarasehan itu, baik Pemprov, PGRI dan Dinas pendidikan  sama sama membicarakan strategi peningkatan kualitas dunia pendidikan di Kepri "Saya berterimakasih atas seluruh masukan yang ada. Namun demikian, saya juga ingin mendengarkan seluruh masukan dari para guru yang ada di Kepri ini. Jadi, semua yang bersentuhan dengan dunia pendidikan saya ajak duduk bersama. Disana kita bicarakan semua kendala kendala yang dihadapi oleh dunia pendidikan kita," jelas Soerya.

Berdasarkan data rakorpimnas PGRI, jumlah Guru yang ada di Provinsi Kepri mencapai 19,526 guru. Mereka tersebar diseluruh Provinsi Kepri dengan jumlah serapan terbanyak di Batam yang mencapai 4.882. Sedangkan jumlah guru yang paling sedikit berada di Kabupaten Anambas dengan total guru mencapai 743 orang. (tribun batam/ded)

 
Written by Hast Wyne Category: Berita Pendidikan
Published Date Hits: 219
Print

MEDIACENTER - Kunjungan DPRD Kalimantan Timur ke markas perjuangan guru, Gedung Guru Indonesia Jalan Tanah Abang III No 24 Jakarta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, wakil rakyat mengunjungi gedung guru indonesia tanpa harus diundang atau diminta. Sebanyak 5 orang perwakilan anggota dewan dari komisi IV, yang diketuai Ir. H. Ahmad Abdullah dan didampingi oleh ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur yang sekaligus juga Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur Drs. H. Musyarim, M.M. Dalam Kunjungannya Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, menyampaikan berbagai macam permasalahan yang dialami oleh guru swasta khususnya yang ada di Kalimantan Timur, dan selain itu juga ingin mengetahui program PGRI untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Umum PB PGRI DR. H. Sulistiyo, M.Pd dan beserta pengurus PB PGRI, memaparkan beberapa agenda yang selama ini masih terus diperjuangkan khususnya demi kesejahteraan guru,  yang diusulkan dalam bidang politik;

  1. bersama antara Komisi X, Mendiknas, dan PB PGRI, serta sambutan presiden pada HGN 2010 Mendesak pemerintah untuk melakukan kajian dan evaluasi otonomi pendidikan secara komprehensif dan melibatkan pakar pendidikan dan pihak terkait. Apakah msh perlu otonomi atau sentralisasi.
  1. Guru dikelola oleh unit utama. Badan pengembangan SDM pendidikan dan PMP dimaksimalkan sesuai kesepakatan
  2. Perbaikan sistem pembayaran dana BOS, DAK, dan tunjangan profesi guru, subsidi tunjangan fungsional (bagi guru non-PNS), dan dana tambahan penghasilan bagi guru yg belum mendapat TPG.
  3. Mendesak lahirnya peraturan ttg Penetapan Penghasilan Minimal Guru (Khususnya Guru Non-PNS) dan Pelaksanaannya (PP tentang PTT).

Dalam hal ini PGRI meminta kepada DPRD Kalimantan Timur  untuk ikut serta dan mendukung perjuangan PGRI, khususnya perjuangan untuk guru non-PNS, misalnya berupa surat atau  usulan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 

 

Page 1 of 36

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Selamat Datang di website resmi PGRI Silakan login untuk fitur yang lebih lengkap.
Jika mengalami gagal login, silakan login dan register melalui menu Home.

Login Pengguna Web

Data Pengunjung

844450
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
2956
4778
11152
814440
66650
91507
844450

Your IP: 23.20.196.179
Server Time: 2013-05-21 21:56:05
Info Kelembagaan