Экстремальные виды отдыха
Недвижимость. Недвижимость в Одессе. Агентство недвижимости Ланжерон

 

 

Written by AFA Category: Berita Umum
Published Date Hits: 959
Print

LENSAINDONESIA.COM: Sebuah kitab suci Al-Qur’an tulisan tangan peninggalan masa Sunan Ampel tersimpan di Pondok Pesantren Nurul Huda, Buduran Sidoarjo.

Untuk menjaga kitab suci tersebut sang kyai pemangku Pondok menyimpannya dalam sebuah bungkusan kain sederhana. Meski beberapa bagian halamannya robek, namun sebagian besar wujud Al-Qur’an berumur sekitar 400 tahun itu masih utuh.

Sepintas tak ada yang istimewa dari Pondok Pesantren Nurul Huda desa Buduran kecamatan Buduran Sidoarjo ini. Pesantren yang berdiri tahun 1988 ini terlihat tak begitu besar laiknya pesantren-pesantren terkenal.

Bangunan aula sederhana untuk mengaji dan asrama santri lelaki dan perempuan berdiri sederhana diatas tanah yang tak lebih dari 800-an Meter persegi.

 

Namun siapa sangka di Pesantren kecil ini tersimpan sebuah karya seni bernilai sejarah tinggi berupa kitab suci Al-Qur’an yang konon ditulis tangan oleh salah seorang santri Sunan Ampel itu tersimpan rapi di almari kitab pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Muslimin Rosyadi.

Sepintas kitab suci berukuran panjang 50 Centi Meter dan lebar 30 Centi Meter itu nampak utuh, namun ketika diperhatikan dengan seksama beberapa halamannya robek dan berlubang. Tetapi anehnya, tinta yang dipakai menulis dan melukis hiasan Al-Qur’an, tetap terang dan jelas.

Jika memang benar kitab ini ditulis pada masa Sunan Ampel, bisa dipastikan kertas maupun tinta yang digunakan mempunyai kualitas yang bagus.

Sunan Ampel atau Raden Rahmatullah adalah salah satu wali songo yang menjadi penyebar agama Islam di tanah Jawa yang hidup sekitar tahun Seribu Empat Ratusan masehi (1.400 M), jauh setelah teknologi kertas dan tinta dipakai dalam percetakan kitab di Timur Tengah pada masa dinasti Abbasiyah sekitar tahun 900 masehi.

KH. Muslimin Rosyadi sendiri mengaku Al-Qur’an itu pemberian dari salah satu santri lamanya yang berasal dari Malang. Menurut santri tersebut, kitab suci itu peninggalan leluhurnya yang konon menjadi santrinya Sunan Ampel. Katanya juga, Al-Qur’an itu ditulis dengan tangan atas perintah langsung dari Sunan Ampel.

“Qur’an ini pemberian dari santri saya dulu, katanya itu peninggalan dari mbahnya yang katanya pernah menjadi santrinya Sunan Ampel.”jelas KH. Muslimin Rosyadi, mengisahkan asal usul Al-Qur’an tersebut.

Namun sayang, dalam kitab suci 30 juz lengkap tersebut tidak ditemukan nama penulis maupun tahun penulisan Al-Qur’an. Meski demikian, KH. Muslimin Rosyadi bertekad untuk trerus merawat Al-Qur’an tulisan tangan tersebut. Selain bernilai sejarah tinggi dan bernilai seni, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang harus dijunjung tinggi kehormatannya.

Selamat Datang di website resmi PGRI Silakan login untuk fitur yang lebih lengkap.
Jika mengalami gagal login, silakan login dan register melalui menu Home.

Login Pengguna Web

Data Pengunjung

846258
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Semua
1549
3215
12960
814440
68458
91507
846258

Your IP: 50.17.109.248
Server Time: 2013-05-22 07:11:17
You are here:   HomeBeritaBerita UmumAl-Qur’an Peninggalan Sunan Ampel Masih Tersimpan Utuh di Sidoarjo
Стройэкогальваника - строительное проектирование
Info Kelembagaan