Rapat Koordinasi Nasional Yayasan Lembaga Pendidikan PGRI di Gedung Guru Indonesia. Foto : wdy

Setelah melakukan Konferensi Kerja Nasional I Persatuan Guru Republik Indonesia, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI melakukan Rapat Koordinasi Nasional guna memberikan pencerahan dan diskusi terkait permasalahan yang terjadi di Lembaga Pendidikan di bawah naungan PGRI.

Rakornas ini dihadiri oleh perwakilan YPLP PGRI dari seluruh Indonesia dan acara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Drs. H. M. Ali H. Arahim, M.Pd. Tampak hadir Ketua PB PGRI Prof. Supardi Uki Sajiman, M.M., M.Pd; Drs. Dian Mahsunah, M.Pd; Drs. Huzaifa Dadang AG, M.Si, Bendahara PB PGRI Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd, Senin (24/2/2020) di Gedung Guru Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional Yayasan Lembaga Pendidikan PGRI di Gedung Guru Indonesia.
Foto : wdy

Rakornas dimoderatori oleh Dian Mahsunah, membahas tentang penyempurnaan, pengkajian AD/ART YPLP PGRI Pusat agar dapat melindungi Lembaga Pendidikan di bawah naungan PGRI yang nantinya akan dibentuk tim perumusan sehingga dapat lebih mendekati sempurna.

Selain itu terdapat poin-poin penting menjadi catatan Ketua YPLP Prof. Supardi pada diskusi kali ini yaitu terkait juknis BOS terhadap persyaratan pembayaran guru honorer di sekolah negeri dan guru tetap yayasan yang wajib memiliki NUPTK, menjadi kajian pembahasan lanjutan.

Prof. Supardi juga menerima masukan dari peserta Rakornas YPLP PGRI mengenai  usia calon kepala sekolah diupayakan maksimal 60 tahun, jika kepsek swasta berusia di atas 60 tahun wajib mengikuti diklat mandiri, dan diklat penguatan kepsek pada tahun lalu yang tidak terpenuhi masih dapat diajukan tahun berikutnya bagi calon kepsek.

Banyak rekomendasi dari Konkernas I PGRI tahun 2020 untuk pembinaan dan pengembangan Lembaga Pendidikan PGRI yaitu LP PGRI merupakan alat perjuangan yang menjelma menjadi jati diri PGRI; Badan pimpinan organisasi PGRI, Badan Penyelenggara, dan Pimpinan LP PGRI harus bersinergi dan bekerjasama dalam rangka pengembangan LP PGRI dan peningkatan kompetensi anggota PGRI serta kaderisasi; setiap peserta didik pada LP PGRI harus dibekali tentang sejarah perjuangan, jati diri, dan nilai-nilai kePGRIan, serta terdapat banyak hal lain yang menjadi rekomendasi.

Hasil diskusi dan rekomendasi dari Konkernas I PGRI tahun 2020 menjadi bahan dalam kerja YPLP satu tahun ke depan ini dalam pembinaan dan pengembangan Lembaga Pendidikan PGRI. Rakornas YPLP tahun ini ditutup dengan doa oleh Sekjen PB PGRI Drs. H. M. Ali H. Arahim, M.Pd. dan foto bersama seluruh peserta. (wdy)