Jakarta – Hari ini adalah hari terakhir kami berada di hotel Golden Boutique Kemayoran Jakarta Pusat. Rasanya baru kemarin kegiatan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Prof. KH. Maruf Amin memberikan arahannya kepada peserta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) pertama PGRI yang dilaksanakan dari tanggal 21 Februari hingga 23 Februari 2020.
Sebagai salah seorang yang ditunjuk sebagai panitia konkernas oleh pengurus besar PGRI, saya senang sekali karena ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya sebagai seorang guru.
Saya menjadi tahu cara berorganisasi yang baik dan benar. Tidak bergerak sendiri atau one man show dan mau berbagi ilmu dan pengalamannya masing masing.  PGRI mengajarkan solidaritas dan kebersamaan.
PGRI adalah organisasi guru terbesar di tanah air. Anggotanya tersebar di 34 provinsi dan lebih dari 500 kota dan kabupaten. Tak salah bila PGRI memiliki peran strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia unggul.
Salut dengan pengurus PGRI yang kompak dan memiliki solidaritas yang tinggi. Berbagai persoalan guru dibahas dalam kegiatan ini. Kami berusaha mencari solusi terbaik untuk semua sebagai mitra kerja dari pemerintah.
Dalam kamar 310 saya membaca kembali buku dokumen Konkernas I PGRI tahun 2020 Masa Bakti XXII tahun 2019-2024. Juga laporan pelaksanaan program pengurus provinsi PGRI Jawa Tengah.
Wow keren sekali isinya. Inilah organisasi guru yang saya cari selama ini. Dulu saya sangat membenci PGRI karena pengurusnya kebanyakan orang tua. Jarang saya temukan guru guru muda.
Sekarang saya justru belajar menjadi guru yang sabar dan bijaksana. Dari merekalah saya belajar memimpin organisasi guru yang telah berhasil memperjuangkan tunjangan profesi guru.
Dari benci menjadi benar benar cinta. Saya merasakan jatuh cinta pada PGRI yang selama ini tidak saya ketahui informasinya secara mendalam. Baru tahu secara detail setelah bergabung menjadi anggota  PGRI dan menjadi sekjen Ikatan Guru TIK PGRI.
Selama tiga hari ini banyak pembelajaran yang sangat berharga saya dapatkan. Mulai dari cara membuat event kegiatan besar hingga mengelola organisasi besar seperti PGRI.
Terus terang saya kagum dengan kepemimpinan ibu Prof. Unifah Rosyidi di PGRI. Dengan sentuhan seorang ibu kepada anak anaknya, beliau mampu memimpin PGRI dengan kasih sayangnya.
Laporan dari perwakilan pengurus PGRI setiap provinsi menunjukkan bahwa organisasi sudah berjalan dengan sangat baik. Wajar saja bila mampu menghadirkan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Baik dalam acara Kongres maupun Konkernas. Termasuk juga para menterinya sudah banyak yang hadir dalam kegiatan PGRI.
Bahkan PGRI telah mampu menghadirkan ketua MPR Republik Indonesia bapak Bambang Susetyo. Serta bapak Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden sebagai Ketua Dewan Pembina PGRI. Mereka hadir memberikan arahan dan motivasi kepada kami agar mampu mewujudkan sdm unggul.
Wah banyak sekali yang ingin saya tuliskan. Ini baru bagian pendahuluan. Namun karena perut terasa lapar, maka saya akhiri dulu tulisan ini. Saya diajak sarapan pagi dulu sama pak Kiki dan pak Wijaya. Dua orang guru muda yang memimpin organisasi guru dibawah APKS. Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis.
Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI