PGRI Kabupaten Bogor melalui sekbid Pemberdayaan Perempuan menyelenggarakan seminar perempuan PGRI. Seminar berlangsung di aula Gedung PGRI Kabupaten Bogor, Tanah Baru, Kota Bogor, Sabtu 26 Oktober 2019. Seminar bertema “Peran Perempuan PGRI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Industri 4.0”. Sebagai narasumber seminar ini, yaitu Ibu Ella Yulaelawati, Ph.D, Ketua Departemen Pengembangan Pendidikan Khusus dan Nonformal Pengurus Besar PGRI dan Ketua Badan Khusus Perempuan PGRI. Ketua PGRI Kab.Bogor, Drs. Dadang Suntana, M.M., dalam sambutannya mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan sejak zaman dahulu. Dulu, zaman kerajaan ada seorang tokoh wanita besar seperti Ken Dedes yang menjadi tokoh sentral sejarah masa lampau. Ketua PGRI Kab.Bogor mengatakan bahwa seminar perempuan PGRI diadakan untuk menghadapi era milenial yang perubahan kehidupan terjadi begitu cepat. Peran guru perempuan ada dua, sebagai guru maupun ibu.

Dalam presentasinya, Ibu Ella menyampaikan karakteristik revolusi industri sejak penemuan mesin uap sampai era teknologi saat ini. Lalu, permasalahan di era industri 4.0 untuk pekerja perempuan yang menuntut para perempuan PGRI merubah pola pikir dan harus lebih banyak meningkatkan potensi dirinya sehingga dapat berperan lebih banyak di kehidupan. “Para perempuan PGRI harus menjadi pembelajar sepanjang hayat”, ujar ibu Ella di hadapan para peserta seminar yang berjumlah sekitar 275 orang.

Ibu Ella mengharapkan perempuan PGRI dalam menghadapi revolusi industri dapat menguasai teknologi dan memiliki kecakapan literasi untuk mewujudkan generasi industri 4.0 yang berkualitas. Sebagai guru, perempuan PGRI harus memiliki orientasi baru dalam pembelajaran. Tidak melulu berkutat pada hal-hal yang bersifat administrasi pembelajaran, tetapi dalam pembelajarano dapat memanfaatkan teknologi dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan. Menurut ibu Ella, perempuan PGRI harus meningkatkan kemampuan kepemimpinan, karena banyak orang besar dan menjadi pemimpin, lahir dari rahim wanita yang hebat. Perempuan PGRI tidak perlu menuntut menjadi sama dengan kaum pria, karena kodratnya memang berbeda dengan pria, tetapi yang dibutuhkan adalah kesetaraan. “Yang perlu diperjuangkan adalah equality bukan equity”, ujar ibu Ella mengakhiri pemaparannya. CNO