Jakarta-SuaraGuru. Dalam rangka membumikan nilai-nilai integritas, gotong royong, dan etos kerja dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan kerjasama dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Menurut Kemenko PMK, jejaring guru yang dimiliki PGRI di seluruh Indonesia dirasakan cukup efektif untuk membumikan nilai-nilai GNRM tersebut. Melalui pendidikan dan peran guru, nilai-nilai integritas, gotong royong, dan etos kerja akan dapat terinternalisasi dalam pribadi anak didik sebagai generasi penerus bangsa. Untuk itu, PB PGRI dan Kemenko PMK berkomitmen untuk berkolaborasi dengan menyiapkan program Sekolah Pelopor Gerakan Revolusi Mental (SPGRM).

Para Penyusun Modul Sekolah Pelopor Kerjasama PGRI dan Kemenko PMK

Kerjasama Kemenko PMK dan PB PGRI telah diawali sejak 2020 lalu dengan mengadakan webinar Mindful Parenting dan di 2021 berlanjut dengan menyiapkan program kegiatan SPGRM yang diawali dengan penyusunan modul Lokakarya Sekolah Pelopor Gerakan Revolusi Mental selama dua kali kegiatan. Kegiatan penyusunan modul berlangsung di Hotel Santika Slipi 11-13 Juni 2021 yang dilanjutkan finalisasi modul di Hotel Novotel Cikini 18-20 Juni 2021. Menurut Sekretaris Panitia Program Sekolah Pelopor Dudung Abdul Kodir, (Ketua Dewan Eksekutif APKS PGRI/Wakil Sekjen PB PGRI), para penyusun modul terdiri atas Pengurus PB PGRI, Staf ahli, para deputi Kemenko PMK, dan para pengurus Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Pusat.

Menurut Wakil Ketua Panitia Kegiatan Program Sekolah Pelopor, Jejen Musfah (Wakil Sekjen PB PGRI), kegiatan lokakarya Sekolah Pelopor di 2021 ini direncanakan berlangsung di beberapa provinsi, yaitu: Jawa Barat, Riau, Kalimantan Selatan. Pelaksanaan dengan moda blended learning (daring dan luring) yang masing-masing titik kegiatan akan diikuti kurang lebih 300 orang guru, kepala sekolah, dan pengawas. “Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan mulai awal Pertengahan Juli hingga Awal Agustus 2021”, ujar Jejen mengakhiri pembicaraan.

Dalam sambutan dan arahan pada pembukaan kegiatan penyusunan modul Sekolah Pelopor, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik dan mengapresiasi kerjasama yang dilakukan Kemenko PMK. Unifah juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kemenko PMK kepada kader-kader terbaik PGRI untuk melaksanakan teknis kegiatan ini, sebagai bentuk kolaborasi dan gotong royong dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia. (CNO)