Jakarta-SuaraGuru. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) gelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara virtual, Sabtu (31/7/2021). Rakornas ini merupakan yang kedua kalinya diadakan secara virtual di masa pandemi. Walau pandemi masih melanda negeri tidak menyurutkan semangat anggota maupun pengurus PGRI di semua tingkatan untuk melaksanakan agenda organisasi. Bangkit Guruku, Maju Negeriku menjadi tema Rakornas tahun 2021.

Rakornas PGRI tahun 2021 ini melibatkan para pengurus PGRI se-Indonesia mulai dari jajaran Pengurus Besar (PB) PGRI, provinsi, kabupaten/kota, cabang, ranting, dan perangkat kelengkapan organisasi BPLP, YPLP, SLCC, APKS, LKBH, dan Perempuan PGRI. Seluruh peserta Rakornas terhubung secara tatap maya melalui tiga pranala zoom yang disediakan panitia dengan kapasitas 2.500 peserta. Banyak peserta yang masih setia menunggu di waiting room zoom karena penuhnya kapasitas zoom yang disediakan. Diperkirakan peserta yang mengikuti rakornas 2021 ini sekitar 3000 orang, karena di banyak daerah para pengurus PGRI mengikuti berkelompok dalam satu akun zoom.

Sebelum pembukaan, Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro selaku anggota Dewan Pembina PB PGRI tidak pernah absen dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh PB PGRI. Wardiman turut memberikan semangat dan membangkitkan tekad anggota serta pengurus dalam menjalankan organisasi.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi membuka Rakornas 2021 dan memaparkan berbagai informasi organisasi

Suasana haru nampak sesaat sebelum pembukaan ketika lagu Gugur Bunga diputar untuk mengenang perjuangan rekan-rekan guru anggota PGRI yang telah berpulang lebih dulu akibat Covid-19. Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. secara resmi membuka Rakornas 2021. Dalam sambutannya, Ketum PB PGRI menyampaikan tujuan dilaksanakannya Rakornas, yaitu untuk mengoordinasikan, menginformasikan perkembangan pembelajaran di era pandemi, mengawal tes PPPK, persiapan HUT Kemerdekaan RI, HUT ke-76 PGRI dan HGN 2021 serta agenda organisasi lainnya.

Dalam forum ini disampaikan beberapa pengurus Pengganti Antarwaktu, yaitu Ketua PB PGRI, Prof. Dr. Eko Indrajit yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggantikan posisi Dudung Koswara. Sedangkan posisi Departemen Kominfo diisi oleh Wijaya sebagai Ketua Departemen Kominfo yang baru.

Beberapa Ketua PB PGRI melaporkan kegiatan yang dilakukan sejak awal 2021 hingga sekarang. Huzaifah Dadang melaporkan tentang pengorganisasian dan kaderisasi, Dian Mahsunah menyampaikan program kerjasama PGRI dengan Education International (EI), Eko Indrajit memaparkan kiprah PGRI SLCC. Selain itu, beberapa anggota PB PGRI diberikan kesempatan menyampaikan beberapa laporan. Dudung Abdul Qadir memaparkan tentang APKS, Fathiaty Murtado menjelaskan kegiatan yang telah dilakukan tim task force keuangan, dan Ella Yulaelawati menyampaikan tentang kegiatan Perempuan PGRI.

Hal yang berbeda dari kegiatan Rakornas kali ini, para pengurus PGRI provinsi maupun kabupaten/kota diberikan kesempatan lebih banyak untuk mengemukakan pendapat, menyampaikan masukan, dan bertanya. Antusisame peserta telihat begitu tinggi dengan banyaknya pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan di kolom chat zoom. Selain itu, peserta yang raisehand karena ingin berbicara pun sangat banyak.

Ketum PB PGRI nampak sangat bersemangat menjawab pertanyaan dari para peserta. Saran serta masukan dari peserta tentang organisasi maupun permasalahan yang bergulir di lingkungan guru ditampung oleh PB PGRI, dan akan segera ditindaklanjuti.   Penulis WDY.

Editor: CNO