Suara Guru – Jakarta. Perkembangan dunia digital saat ini yang begitu pesat dan cepat sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan, salah satu yang sangat krusial adalah pelanggaran hak cipta baik itu berupa tulisan maupun bentuk-bentuk lainnya dalam bentuk digital. Untuk itu Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengadakan International Seminar on Digital Literacy and Copyright untuk mencegah terjadinya hal-hal yang berpotensi menjadi gangguan dalam interaksi pengajar di dunia pendidikan khususnya masalah tulisan dan hak cipta.

Seminar ini diadakan di Ruang Indonesia, Gedung Guru Indonesia pada selasa (4/9) dengan mengundang perwakilan guru-guru, pengurus PGRI, dan PT PGRI Sejabotabek berkisar 200 orang. Acara ini dihadiri narasumber dari International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) Stephen Wyber Manager, Policy, and Advocacy of IFLA,  Dr. Erni Widhyastari, Apt, M.Si., Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkuham yang diwakili oleh Agung Damarsasongko dan Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc, M.BA, Kepala PGRI-Smart Learning and Character Centre serta di moderatori oleh Rosdiana, Dosen Universitas Indraprasta PGRI.

Tema yang diangkat pada seminar ini “Digital Literacy, Copyright, and Their Role in Increasing Quality Education”, dan acara dibuka langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Dalam sambutannya Unifah berpesan agar para guru giat dalam menambah ilmu dengan membaca dan berani serta produktif dalam membuat karya berupa tulisan dan jangan takut salah.

“PGRI saat ini sangat giat dalam meningkatkan kemampuan para guru diantaranya dengan mengadakan seminar ini, saya berharap para guru rajin membaca serta menghasilkan karya berupa tulisan. Karena karya tulisan ini akan menjadi sejarah dikehidupan kita tentang apa yang telah kita perbuat, jangan takut salah karena kalau takut salah kita takkan pernah melangkah,”ucapnya.

Seminar ini berakhir pada pukul 13.00 WIB dengan uraian penutup yang menyatakan segala bentuk hak cipta dalam karya literasi dan lainnya sepanjang dipergunakan untuk pendidikan mendapatkan pengecualian untuk dapat dipergunakan dan ini berlaku secara internasional. TYS