Jakarta – Suara Guru

Pasca pelaksanaan Konferensi Kerja Nasional (konkernas) IV di Medan, Sumatera Utara Pengurus Besar PGRI mengadakan jumpa pers rabu (1/2) di Gedung Guru Indonesia, Jakarta. Pada jumpa pers tersebut, hadir Ketua Umum PB PGRI baru (definitif, sebelumnya pelaksana tugas) hasil Konkernas IV di Medan Unifah Rosyidi didampingi Sekjen PB PGRI M. Qudrat Nugraha, serta unsur Ketua PB PGRI Muhir Subagja dan M. Asmin.


Unifah mengatakan bahwa pada saat ini sedang menjamur berita bohong atau yang biasa dikenal hoax, guru khususnya kader PGRI akan berperan aktif untuk mencegahnya melalui institusi pendidikan serta menangkalnya dengan memberikan pemahaman kepada para siswa-siswi di sekolah-sekolah. “Kami sangat komit untuk dapat menangkal berita-berita bohong atau hoax khususnya kepada para siswa-siswi di sekolah-sekolah,” ucapnya

Ia juga memberikan contoh soal hoax dibidang medis yang cukup menyesatkan berbahaya. “Pernah atau sering kita menerima kabar broadcast tentang penanggulangan terhadap korbat stroke yang harus di tusuk jarum ujung jarinya, ternyata bila itu dilakukan. Saya bertanya langsung kepada anak saya juga dokter,”lanjut Unifah.

Kedepan diharapkan, masyarakat utama generasi muda (siswa-siswi) tidak mudah terjebak dalam berita hoax serta menjadikan keadaan sosial masyarakat lebih kondusif tidak seperti saat ini yang begitu bergejolak. TYS