Suara Guru – Lagu daerah Jawa “Tul Jaenak” menggema di tempat pelaksanaan ACT+1, mengiringi koreografi gerak tari puluhan delegasi organisasi profesi Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI). Serentak ratusan delegasi organisasi guru negara-negara ASEAN plus Korea Selatan mengikuti gerak lagu yang harmonis dan dinamis. Selain menunjukkan tarian, delegasi guru Indonesia juga berpakaian daerah di Indonesia yang beragam sehingga semakin sukses memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Pertunjukkan budaya itu diadakan bagian dari acara Konvensi ACT+1 ke-35 yang berlangsung 27-28 September di Hotel Parkview, Brunei Darussalam.

ASEAN Council of Teachers(ACT) adalah perkumpulan organisasi guru di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, pertemuan organisasi guru ASEAN + Korsel(ACT+1) ke-34 tahun 2018 dilaksanakan di Manila, Filipina.

Sumber foto: Catur (Suara Guru)

Sebelumnya kegiatan ini bernama ACT. Namun, sejak tahun 2012, organisasi guru Korea Selatan(KFTA) bergabung sehingga perkumpulan ini disebut ACT+1. Tiap tahun diselenggarakan pertemuan ACT+1 dengan tuan rumah bergiliran antarnegara anggotanya. Tema ACT+1 Convention ke-35 di Brunei Darussalam adalah “Reducing Regional Educational Gap: Mobility of ASEAN Teachers”.
Tahun 2020, pelaksanaan ACT+1 ke-36 akan dilangsungkan di Indonesia. Organisasi guru Indonesia, PGRI akan menjadi tuan rumah penyelenggara ACT+1 ke-36. Selain menginisiasi berdirinya ACT, PGRI juga memprakarsai berdirinya Pertemuan Guru-guru Nusantara(PGN) yang merupakan pertemuan guru-guru serumpun Melayu terdiri dari negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Selain itu, PGRI aktif di organisasi guru se-dunia (Education International) yang beranggotakan organisasi guru dari 172 negara di dunia.
Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) aktif menjalin hubungan dengan organisasi guru di dunia internasional. Di masa kepemimpinan Ketua Umum PB PGRI periode 1970-1998, Basyuni Suriamiharja, PGRI memprakarsai berdirinya ASEAN Council of Teachers(ACT) tahun 1978.
Sumber foto: Catur (Suara Guru)
Selain itu, tahun 1983 di Singapura, PGRI juga memprakarsai Pertemuan Guru-guru Nusantara (PGN) yang merupakan perkumpulan guru-guru rumpun Melayu (Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam).
ACT+1 atau Konvensi Dewan Guru ASEAN merupakan konferensi internasional tahunan untuk berdiskusi dan berbagi ide-ide untuk mengembangkan kemampuan guru dan lingkungan belajar global. Pada awalnya konvensi ACT diselenggarakan hanya bagi negara-negara ASEAN, namun sejak tahun 2012, Korea Selatan bergabung sehingga ACT menjadi ACT+1.

Sumber foto: Catur (Suara Guru)

Organisasi guru yang tergabung dalam ACT+1, di antaranya yaitu:
Persatuan Guru Republik Indonesia (Indonesia)
Brunei Malay Teachers Association (Brunei Darussalam)
Korean Federation Teachers Association (Korea Selatan)
National Union of The Teaching Profession Malaysia atau Kesatuan Perkhidmatan Perguruan Kebangsaan Malaysia (Malaysia)
Singapore Teacher’s Union (Singapura)
Philippine Public School Teachers Association (Filipina)
KHURUSAPHA, The Teacher’s Council of Thailand (Thailand)
Myanmar Teachers Federation (Myanmar)
Vietnamese Teachers Association (Vietnam)
Namun, di ACT+1 ke-35 di Brunei Darussalam, delegasi guru Myanmar tidak menghadirinya.

/CNO/