Suara Guru-Jakarta. Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) sebagai mitra strategis pemerintah siap memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah dalam menyiapkan cetak biru pendidikan nasional. “Sejak lama, PGRI telah berkontribusi memberikan masukan kepada pemerintah terkait berbagai kebijakan pendidikan utamanya mengenai tata kelola guru”, ujar Unifah Rosyidi ketika ditemui redaksi di ruang kerjanya.
Terkait rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyiapkan grand design atau cetak biru pendidikan nasional, maka PGRI telah merespon positif rencana tersebut. Bahkan jauh hari sebelum rencana pemerintah tersebut, PGRI sebelum akhir tahun 2019, telah mengadakan diskusi para ahli untuk merumuskan berbagai rekomendasi sebagai masukan PGRI untuk para pengambil kebijakan pendidikan. Hasil diskusi para ahli tersebut saat ini sedang dituliskan rumusannya dan disempurnakan untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Berbagai masukan PGRI di antaranya adalah perlunya tata kelola guru yang komprehensif dari hulu hingga hilir. Kekurangan guru yang terjadi hampir terjadi di semua daerah akibat kebijakan moratorium selama hampir satu dekade menjadi prioritas yang harus diselesaikan pemerintah. Lalu, peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi persoalan serius yang harus diperhatikan karena masih banyaknya guru yang diberikan upah jauh di bawah UMR. Kualitas guru yang secara umum masih perlu terus ditingkatkan, menjadi hal penting selanjutnya agar pendidikan berkualitas benar-benar dapat diterapkan. Merdeka belajar, merupakan program yang dapat berhasil dilaksanakan oleh setiap guru, apabila kualitas dan kesejahteraan guru dapat terpenuhi dengan baik.
Menurut PGRI, cetak biru pendidikan Indonesia memang sangat dibutuhkan sebagai pedoman dalam mengembangkan dunia pendidikan secara sistematis, terstruktur, dan massif. Jadi, tidak akan mudah muncul anggapan ganti pemimpin, ganti kebijakan, terlebih kebijakan tentang pendidikan sangat strategis karena terkait pembangunan sumberdaya manusia suatu bangsa.
CNO, suaraguru 31 Desember 2019