Lagu Indonesia Raya, Mars PGRI dan beberapa lagu wajib lainnya selalu dinyanyikan kelompok paduan suara dalam setiap event PGRI. Sebut saja, Porseni 2016 PGRI di Siak dipastikan akan mengumandangkan suara empuk para penyanyi yang semuanya guru. Mereka terpilih mewakili 34 provinsi melalui seleksi ketat. Artinya, tidak mudah tampil sebagai vokalis dalam sebuah kelompok paduan suara.


Ini tidak berlebihan, namanya saja  porseni, jelas mempresentasikan sebuah kepercayaan publik, utamanya dalam bernyanyi. Ini dinyatakan Sri Ratu Fitriyandi Saleh salah seorang guru yang terpilih menjadi anggota paduan suara. Guru biologi kelahiran Gorontalo, 18 September 1965 ini dikenal sebagai kampiun dalam olah vokal. Beberapa kali ia meraih prestasi dalam ajang adu kemerduan suara. Menurut guru biologi SMAN 1 Gorontalo yang dalam kesehariannya selalu berbusana muslimah ini, panitia memilih para guru yang selain memiliki suara merdu juga berprestasi di bidang olah vokal.

Meski ia mengajar biologi, kompetensi olah vokalnya selalu ia buktikan dengan komitmen dalam mengembangkan minat dan bakat khususnya vokal anak-anak Gorontalo. Ia senang bisa mewakili Gorontalo dalam acara pembukaan yang akan dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendi dan para pejabat di lingkungan Provinsi Riau. Dalam acara pembukaan rencananya lagu Indonesia Raya, Mars PGRI dan beberapa lagu lainnya akan berkumandang menggelorakan semangat solidaritas para guru seantero Indonesia.

Sri Ratu Fitriyandi Saleh tahun ini tidak ikut dalam lomba olah vokal. Ini lantaran ia sebagai juri bersama tiga rekan lainnya. Menurut guru yang banyak malang melintang dalam menggeluti disiplin ilmu IPA, porseni Siak kali ini memang beda. Selain penataan panggung serta ornamennya juga komposisi penataan pengunjung sangat terencana.

Ini juga diakui M. Najib Ahmad guru SMAN 3 Unggulan Palembang yang menyatakan persiapan panitia di rasakannya cukup baik. Menyinggung kesiapan paduan suara ia juga menilai sangat unik. Pasalnya, mereka hanya berlatih secara singkat. Ketika Media Center PGRI bertandang ke panggung yang kebetulan sedang diadakan penentuan nada dasar bagi peserta lomba vokal, M. Najib Ahmad menyatakan mereka bisa langsung kompak karena memang memiliki jam terbang yang mumpuni dalam olah vokal.

Ia sendiri menjadi salah seorang yang tergabung dalam tim paduan suara sekaligus sebagai juri lomba vokal yang akan digelar di Lembaga Adat Melayu. Menurut ayah satu anak ini yang pernah menjadi kepala sekolah, tim paduan suara PGRI tidak ada matinya. Memang mereka dipilih berdasarkan kualitas dan pernah menjadi juara. M. Najib Ahmad sama seperti Sri Ratu Fitriyandi Saleh yang berperan sebagai juri.

Pria kelahiran Batu Raja, 11 Desember 1957 yang hingga kini mengampu pelajaran bahasa Indonesia di sekolahnya, tim paduan suara PGRI secara khusus dipersiapkan melalui pemilihan di tiap provinsi. Porseni 2016 PGRI kemungkinan ini menjadi porseni terakhir baginya. Namun, ia sangat bangga bisa menjadi saksi kali pertama Mendikbud menghadiri Porseni 2016 PGRI. Baginya porseni di Siak menjadi kenangan terindah. (Andi Lala)