Press Release Pengurus Besar PGRI

Tentang Persiapan New Normal Pendidikan

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) memandang serius persoalan pandemi covid-19. Kasus terkonfirmasi positif setiap hari masih cukup tinggi. Tercatat hingga hari ini (Jumat, 29 Mei 2020) pertambahan kasus positif secara nasional masih di atas 600 orang, meski data di beberapa daerah menunjukkan turunnya pertumbuhan reproduksi virus atau basic reproduction number (Rt). Terkait hal tersebut, maka Pemerintah berencana mempersiapkan beberapa daerah untuk memulai kehidupan normal baru atau new normal.

Kami menyadari bahwa kehidupan new normal memang harus berjalan, termasuk dunia pendidikan. Namun, khusus untuk dunia pendidikan, kami memandang perlu kecermatan dan kehati-hatian yang tinggi dalam mempersiapkan memasuki kehidupan new normal. Untuk itu, PB PGRI menyatakan sikap sebagai berikut.

  1. Dalam menjalankan tatanan new normal dunia pendidikan, keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas yang utama dengan tetap memperhatikan pemenuhan hak-hak anak dalam memperoleh pelayanan pendidikan.
  2. PGRI memandang bahwa tahun akademik tetap dapat dilaksanakan bulan Juli 2020 dengan pelaksanaan pembelajaran secara daring, blended learning, atau luring dengan protokol kesehatan yang sangat ketat agar sekolah tidak menjadi cluster baru dalam penyebaran covid-19.
  3. PGRI mengapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan beberapa pemerintah daerah yang telah membuat guideline atau panduan dan SOP pelaksanaan sesuai protokol kesehatan. Hal ini sesuai dan sejalan dengan usulan PGRI yang dikemukakan beberapa waktu lalu.
  4. Dalam pemenuhan hak-hak anak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan, PGRI memandang perlunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merancang standar kurikulum minimum, proses pembelajaran dan penilaian, pemberian tugas tugas, sehingga pembelajaran bermakna dapat berlangsung dengan beban kurikulum yang minimal.
  5. Pelaksanaan New Normal di dunia pendidikan memerlukan kewaspadaan yang tinggi. Pelaksanaannya hanya dimungkinkan setelah mendengar dan menghimpun berbagai masukan dari para ahli kesehatan dan pendidikan. Kesehatan anak adalah prioritas utama. Pembukaan sekolah tanpa kehatian-hatian dan kecermatan tinggi akan memperbesar risiko perluasan penyebaran covid-19 di kalangan anak-anak dan para pendidik.
  6. PGRI menyatakan bahwa pelaksanaan new normal dunia pendidikan perlu mendapatkan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap sarana dan prasarana kesehatan dan dukungan orangtua untuk memastikan anak-anak tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan.

Demikian pernyataan ini kami buat demi memastikan keselamatan anak-anak didik kita yang merupakan aset terbesar bagi bangsa.

Jakarta, 29 Mei 2020

Ketua Umum PB PGRI

Ttd

Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Sekjen PB PGRI

Ttd

Drs. Ali Arahim, M.Pd.