Kegiatan Olimpiade TIK Nasional (OTN) 2018 di hotel Mahajaya Denpasar Bali sudah usai. Ada yang gembira karena menang dan ada yang bersedih karena kalah. Hal itu menjadi biasa dalam sebuah lomba. Kalah dan menang itu pasti dan kita dipaksa untuk menerimanya dengan lapang dada.
Tahun depan persiapkan diri dengan baik. Bapak dan ibu guru pendamping segera latih semua siswanya dengan lebih baik lagi. Persiapkan siswa untuk mengikuti 9 lomba. Semoga tahun depan kita bisa menambahkan 1 lomba lagi yaitu lomba membuat aplikasi sederhana dengan menggunakan smartphone.
Perkembangan TIK begitu cepat dan pesat. Kita tidak hanya mampu menggunakannya saja tetapi juga menguasainya dengan baik. Oleh karena itu, ilmu informatika juga harus dikuasai agar kita mampu menguasai teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Era revolusi industri 4.0 mewajibkan kita untuk mengikutinya, dan kita dituntut untuk mengikuti perkembangannya.
Selama 4 hari berada di denpasar bali, saya berdecak kagum dengan kehebatan para siswa dari seluruh Indonesia. Semoga tahun depan akan lebih banyak peserta yang ikut dengan hadiah lomba yang lebih baik lagi. Semakin banyak sponsor yang tertarik dalam melaksanakan kegiatan olimpiade tik nasional.

Panitia OTN meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan kegiatan OTN dari tanggal 17 sampai 19 November 2018 ada kesalahan yang tidak kami sengaja. Mohon maaf bila pelayanan kami kurang memuaskan. Sertifikat yang belum diterima akan segera kami kirimkan.
Semoga tahun depan lebih banyak yang menjadi relawan yang rela untuk tidak dibayar agar bangsanya maju di bidang TIK. Mari kita semua melakukan gerakan turun tangan agar TIK bisa dikuasai anak-anak bangsa ini. Kita pun menjadi macan asia yang disegani bangsa-bangsa di seluruh dunia.