Suara Guru – Jakarta.Bencana tsunami selat sunda genap sebulan, keadaan dilokasi bencana khususnya Pandeglang, Banten sudah membaik tetapi belum pulih seperti sediakala. Khusus untuk dunia pendidikan masih banyak sekolah rusak belum direnovasi serta peserta didik banyak kehilangan alat-alat dan kelengkapan sekolahnya.

Upaya PGRI dalam rangka membantu pemerintah juga masyarakat dalam meringankan beban terus berjalan hingga kini, bahkan beberapa kolega PGRI di komunitas pendidik di dunia merespon dengan baik kabar bencana yang mendera Indonesia saat ini. Mereka berkomitmen untuk membantu, salah satu yang sudah memberikan bantuannya adalah ACT (Asean Council of Teachers).

Setelah komunitas pendidik Asean, kini NUTP (National Union Of Teaching Profession) yaitu organisasi guru Malaysia datang langsung ke Pengurus Besar PGRI dalam rangka membawa bantuan dan juga menjalin kerjasama peningkatan mutu guru di Indonesia.

Kedatangan NUTP ke PB PGRI pada sabtu (19/1) ke Gedung Guru Indonesia, Jakarta disambut langsung Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, Wasekjen PB PGRI Dian Mahsunah, Wasekjen PB PGRI Samidi, Sekdep Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan PB PGRI Mustafa Kemal dan jajaran PGRI lainnya. Dari NUTP sendiri hadir Harry Tan Huat Hock Secretary General NUTP Malaysia, dan Fauzi bin Singon Executive Council Member NUTP Malaysia.

Pandeglang

Pemberian bantuan dari NUTP Malaysia dilaksanakan keesokan harinya dengan perjalanan darat menuju Pandeglang-Banten daerah terdampak tsunami selat sunda di sisi pulau jawa. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih selama 3 jam, dan pertemuan dilaksanakan di salah satu sekolah terdampak bencana SDN Sukarame 3 Carita, Ahad(20/01). Pertemuan ini dihadiri jajaran pengurus PGRI Provinsi Banten yang dipimpin oleh Aep Junaedi dan PGRI Kabupaten Pandeglang dipimpin Aryanto.

Dalam acara pemberian bantuan tersebut, Ketua Umum PB PGRI Unifah berpesan agar para guru tabah dalam menghadapi musibah ini dan menjalankan tugas seperti biasanya meski belum sepenuhya normal.

“Untuk Kabupaten Pandeglang, kami menyalurkan santunan berupa uang sebesar satu juta per orang dengan jumlah 50 orang. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi yang menerima, Saya berharap setelah ini guru-guru yang terkena dampak tsunami tabah serta tetap menjalankan tugasnya seperti biasa,” ujar Unifah Rosyidi

Pemberian bantuan ini disaksikan serta diberikan langsung perwakilan NUTP Harry Tan Huat Hock Secretary General NUTP Malaysia, dan Fauzi bin Singon Executive Council Member NUTP Malaysia. (Tys)