Rapat Kerja Nasional Badan pembina lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia, resmi dibuka, Senin 18/12 di Ballroom Grand Mercure Kemayoran. Pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi.

Pada sambutan tersebut Unifah bersungguh-sungguh dalam mengawal Rakernas ini melalui tema yang telah dibuat. Unifah sadar betul dalam memilih tema Rakernas kali ini yaitu, “meningkatkan kreativitas satuan pendidikan PGRI dalam mewujudkan lembaga pendidikan PGRI yang bermutu dan mandiri.”

Rakernas merupakan upaya yang ditempuh untuk mewujudkan cita-cita melalui program kerja yang sudah dibuat. Rakernas ditujukan untuk menghasilkan solusi menghadapi pendidikan ke depannya.

“Pertemuan kali ini adalah sebuah momentum. Yang besar bisa kalah sama yang cepat, Bapak ibu sekalian kita akan menata organisasi karena yang besar tidak selamanya akan bertahan. Tapi yang cepat dan yang alert yang akan abadi, ” ujarnya.

Arah pendidikan tahun depan menjadi sorotan oleh PGRI. Unifah menyoroti persoalan pembangunan sekolah-sekolah negeri yang berdekatan dengan sekolah swasta perlu jadi perhatian serius. Pembangunan sekolah negeri yang berdekatan dengan sekolah swasta akan berdampak pada keberlangsungan hidup sekolah swasta tersebut.

Selain itu, persoalan kesejahteraan juga masih menjadi fokus perhatian dari PGRI, menurut Unifah guru jangan sampai turun ke jalan dan PGRI jangan sampai terpinggirkan karena negara ini juga dibangun oleh teman-teman dari pesantren, dari sekolah keagaman yang termasuk di dalamnya ada sekolah PGRI.

“Baik jadii ini tentang bagaimana membangun PGRI yang sudah 72 tahun dan kita sudah mengalami pasang surut organisasi ermasuk pengurusnya untuk menahan diri dari bidang politik praktis. Kita harus berpikir kreatif dan berkomitmen kuat dalam upaya menghadapi dinamika dunia pendidikan ke depannya,” ujar Unifah.