Pada pertengahan November 2020, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah melakukan penandatanganan dan penyerahan Nota Kesepahamandengan PGRI bersama Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Forum Rektor Indonesia (FRI). Nota kesepahaman berisi komitmen kerja sama empat tahun antara kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan pembangunan manusia dan kebudayaan. Di antaranya, yaitu melalui penguatan revolusi mental pada berbagai kegiatan di lingkungan organisasi dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Kemenko PMK mengadakan webinar pada hari Rabu-Kamis (2-3 Desember 2020). Webinar bertajuk Mindful Parenting dan Design Pembiasaan Karakter di Sekolah diadakan untuk memberikan penguatan gerakan revolusi mental melalui pembiasaan penanaman karakter kepada peserta didik di sekolah. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 500 guru melalui zoom meeting dan live streaming melalui kanal youtube PB PGRI yang ditonton langsung lebih dari 3000 guru di seluruh Indonesia.

Salah satu penguatan revolusi mental adalah melalu pembiasaan karakter di sekolah. Menyadari hal tersebut, maka Ketua Umum Pengurus Besar PGRI (PB PGRI) Unifah Rosyidi dalam sambutannya mengatakan bahwa webinar ini sebagai salah satu upaya PGRI selaku mitra strategis pemerintah untuk menyukseskan gerakan nasional revolusi mental melalui penguatan pembiasaan karakter di sekolah. “Melalui kegiatan-kegiatan di sekolah yang kental dengan penanaman karakter baik secara daring maupun luring, maka karakter akan terinternalisasi oleh peserta didik sehingga tumbuh menjadi budaya”, ujarnya. Acara ini dibuka oleh Deputi V Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK sekaligus sebagai pembicara kunci.

Ada beberapa pembicara utama dalam webinar Mindful Parenting ini di antaranya adalah, Melly Kiong yang menyampaikan Tur Karakter. Selain Melly Kiong, Unifah Rosyidi Ketua Umum PB PGRI menyampaikan materi tentang Peran Strategis PGRI Mewujudkan Guru yang Berkarakter dan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Para peserta diajak untuk membuat Design Sekolah Berbasis Karakter yang disampaikan Dudung Abdul Qodir. Selain itu, materi tentang Menyiapkan dan Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Karakter disampaikan oleh Wijaya Winarja, dan Mengevaluasi Pembelajaran Berbasis Karakter disampaikan oleh H. Supyanto dari PGRI Kota Bekasi. Kegiatan ini ditutup dengan acara Diskusi Penyusunan Rencana Tindak Lanjut mengenai Design Membangun Sekolah Berbudaya Karakter sebagai upaya penguatan Gerakan Nasional Revolusi Mental di sekolah.

Penulis/Editor: Catur Nurrochman Oktavian