Suara Guru – Menjadikan guru profesional yang memiliki kompetensi mumpuni dalam menulis mendapat perhatian serius dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya serius PGRI Sulawesi Tenggara dalam meningkatkan kompetensi menulis para guru terlihat melalui kegiatan Workshop Guru Menulis di Hotel Athaya Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis-Sabtu (28-30 Maret 2019). Workshop tersebut bertajuk “Guru Menulis itu Hebat” dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Eksekutif Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara beserta beberapa satuan APKS, yaitu Asosiasi Guru Penulis (AGP) PGRI, dan Ikatan Guru Teknologi Komunikasi (IGTIK) PGRI. Dalam kesempatan itu, dilantik Suharmin, S.Pd. M.Si. sebagai Ketua Dewan Eksekutif APKS PGRI Sulawesi Tenggara beserta segenap jajaran pengurus satuan APKS.

 

 

 

 

sumber foto: Rytha A.

Pelantikan Dewan Eksekutif APKS PGRI Sulawesi Tenggara beserta satuannya dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara. Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Abdul Halim Momo dalam sambutannya mengatakan bahwa PGRI Sulawesi Tenggara sebagai mitra strategis Pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bertekad terus memacu kompetensi para guru melalui berbagai pelatihan-pelatihan. Kualitas pendidikan salah satunya ditentukan melalui kualitas guru. Dalam kesempatan itu pula, Abdul Halim Momo menyampaikan rencana pembangunan Gedung Guru PGRI Sulawesi Tenggara telah mendapat dukungan dari Gubernur Ali Mazi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pembangunan gedung guru tersebut direncanakan berdiri empat lantai yang dibangun di atas tanah milik PGRI seluas + satu hektar. Di gedung tersebut, selain untuk tempat pertemuan dan pelatihan juga memiliki fasilitas penginapan untuk para guru.

 

 

 

 

sumber foto: Rytha A.

Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi kesungguhan pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara dan kerja keras panitia dalam meningkatkan kompetensi menulis para guru. Ibu Unifah sangat optimis dan bangga melihat para pengurus APKS dan satuan-satuannya yang dilantik masih berusia muda. pemaparan penguatan organisasi menyampaikan berbagai perjuangan kongkret PGRI dalam menjadikan guru profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat.

 

 

 

 

sumber foto: Rytha
Sebagai salah satu narasumber dalam workshop ini, Catur Nurrochman Oktavian, M.Pd., pengurus APKS PGRI Pusat dan Asosiasi Guru Penulis PGRI, mengajak para guru untuk tidak takut memulai menulis. Menurut Catur Nurrochman, menulis adalah keterampilan, maka kunci agar para guru dapat menulis adalah terus berlatih menulis dan banyak membaca.