Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Berkunjung ke Gedung Guru Indonesia

Sumber Foto: Humas Kemdikbud

Suara Guru Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim berkunjung ke kantor Pengurus Besar PGRI di Gedung Guru Indonesia, Tanah Abang III Jakarta Pusat, Jumat pagi. (4/9/2020)

Beliau didampingi oleh Dirjen GTK Pak Iwan Syahril, Staf Khusus Menteri, Pak Hamid Muhammad dan Ibu Viona. Para pengurus PB PGRI menyambut kehadiran beliau dan rombongan dengan suka cita.

Banyak isi perbincangan menarik yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof.Dr. Unifah Rosyidi kepada Mas Menteri dan jajarannya di ruang kerjanya, lantai empat GGI, pagi tadi.

Selain diskusi dengan Ketua Umum, Prof. Eko Indrajit selaku ketua PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC) mempresentasikan program-program PGRI SLCC yang berpusat di lantai tiga, Gedung Guru Indonesia, Jalan Tanah Abang 3 Nomor 24, Jakarta Pusat.

Sumber Foto: Suara Guru (wdy)
Sumber Foto: Humas Kemdikbud

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pertemuan tersebut, Mas Menteri, sangat menghormati sikap PGRI sebagai mitra strategis pemerintah pusat/Kemdikbud dan Pemerintah daerah. PGRI sangat menghormati Pemerintah dan mengapresiasi setiap kebijakan yang berpihak pada Guru. Kami di PGRI akan terus memberikan masukan kontruktif untuk kemajuan bangsa dan negara di bidang Pendidikan.

Berbagai sikap dan pandangan PGRI merupakan gerakan moral yang selalu PGRI lakukan sebagai mitra strategis pemerintah untuk menciptakan kekuatan negara di bidang pendidikan.

Pertemuan berlangsung kurang lebih satu setengah jam dan diakhiri dengan foto bersama rombongan Kemendikbud dengan Pengurus Besar PGRI.

 

 

 

 

You might like

Trending

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menegaskan komitmennya dalam solidaritas kemanusiaan melalui kehadiran langsung di

SuaraGuru – Jakarta. Membangun sinergitas lintas sektoral, PGRI menandatangani perjanjian kerja sama dengan BULOG. Penandatanganan

Suara Guru—Jakarta. Peran pemerintah daerah penting dalam memajukan pendidikan. Guru non-PNS di NTB misalnya berhasil