Kami Hadir karena Cinta di Sumatera Barat

Solidaritas PGRI untuk Guru dan Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera Barat

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menegaskan komitmennya dalam solidaritas kemanusiaan melalui kehadiran langsung di wilayah terdampak bencana ekologis di Provinsi Sumatera Barat. Rombongan Pengurus Besar (PB) PGRI dipimpin langsung Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Pariaman, pada pukul 11.05 WIB. Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi hadir didampingi dua Ketua PB PGRI, Supardi US, dan Jejen Musfah serta Wakil Sekjen Catur Nurrochman Oktavian. Sebagian rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Agam untuk meninjau langsung kondisi wilayah terdampak. Perjalanan darat dari bandara menuju lokasi bencana memakan waktu sekitar dua jam tiga puluh menit.

Kunjungan lapangan PB PGRI di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Wakil Sekjen PB PGRI Catur Nurrochman Oktavian. Di wilayah ini, tercatat sekitar 290 kepala keluarga (KK) terdampak bencana pada tingkat jorong atau setara RT. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius PGRI sebagai organisasi profesi guru yang tidak hanya berjuang dalam isu pendidikan, tetapi juga kemanusiaan.

Dalam rangka membantu pemulihan, PGRI menyalurkan bantuan solidaritas yang bersumber dari berbagai daerah. Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Tengah Syam Zaini menyerahkan bantuan melalui PB PGRI sebesar Rp700.484.000. Selain itu, PB PGRI juga menyalurkan bantuan langsung untuk Sumatera Barat sebesar Rp750.000.000 sebagai wujud kepedulian nasional antaranggota PGRI. Penyerahan donasi dari PB PGRI kepada provinsi dan kabupaten/kota terdampak di Sumatera Barat dilakukan di Hotel Trumtum yang dihadiri oleh Walikota Padang, Fadly Amran, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Penyerahan bantuan bagi guru-guru terdampak bencana di Kota Padang dilaksanakan di SMP Negeri 44 Batu Busuk, Kota Padang. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru penerima bantuan serta jajaran pengurus PGRI dari berbagai tingkatan. Ketua PGRI Kota Padang, Iswardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum PB PGRI beserta jajaran, Ketua PGRI Sulawesi Tengah, Ketua dan jajaran pengurus PGRI Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh anggota PGRI di Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Di Kota Padang sendiri, tercatat sekitar 163 guru terdampak bencana.

Penyerahan bantuan secara simbolis diawali dengan sambutan dan arahan dari Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi. Dalam kesempatan tersebut, Unifah Rosyidi menegaskan bahwa solidaritas merupakan kekuatan utama PGRI. Secara khusus disampaikan apresiasi kepada PGRI Sulawesi Tengah yang secara konsisten menyuarakan pentingnya kepedulian nasional terhadap korban bencana dan berhasil menghimpun bantuan dalam jumlah besar dari para guru di daerahnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat, Darmalis, Sekum PGRI Sumatera Barat Ernella, dan jajaran pengurus PGRI Provinsi Sumatera Barat menyerahkan bantuan secara langsung kepada guru-guru terdampak yang hadir di SMAN 12 Kota Padang.

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi juga menjelaskan bahwa bantuan PGRI dilaksanakan dalam tiga fase. Fase pertama dan kedua berupa bantuan langsung yang saat ini telah disalurkan, sementara fase ketiga akan difokuskan pada pendampingan pemulihan pascabencana, baik secara sosial maupun psikososial bagi guru dan masyarakat terdampak.

“PGRI tidak akan pernah meninggalkan bapak dan ibu guru dalam keadaan apa pun. PGRI akan terus hadir, menyuarakan aspirasi, dan berdiri bersama guru,” tegas Unifah Rosyidi, Ketua Umum PB PGRI.

Selain lokasi SMPN 44 di Batu Busuk, rangkaian kegiatan penyaluran dan peninjauan juga dilakukan di beberapa lokasi lain di Kota Padang, antara lain di kawasan Tabing Banda Gadang serta di SMAN 12 Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Kehadiran langsung ini menjadi simbol bahwa PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai keluarga besar guru Indonesia yang saling menguatkan dalam situasi sulit. (CNO)

You might like

GURU DAN PGRI: DUA ENTITAS YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN

80 tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) hadir memberikan warna perjuangan mewujudkan pendidikan berkualitas, memartabatkan, mensejahterakan dan melindungi Guru. PGRI sebagai organisasi profesi dalam konteks historis dan kebijakan pendidikan, selalu

Read More »

Trending

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menegaskan komitmennya dalam solidaritas kemanusiaan melalui kehadiran langsung di

SuaraGuru – Jakarta. Membangun sinergitas lintas sektoral, PGRI menandatangani perjanjian kerja sama dengan BULOG. Penandatanganan

Suara Guru—Jakarta. Peran pemerintah daerah penting dalam memajukan pendidikan. Guru non-PNS di NTB misalnya berhasil