Sebagai bentuk kepedulian terhadap anggota yang terdampak bencana alam, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (Pengurus Besar PGRI) kembali menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan. Kali ini, bantuan diserahkan kepada para guru di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga, Sumatera Utara, 11-12 Januari 2026.
Rombongan Pengurus Besar PGRI terbagi menjadi 2 (dua), Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi didampingi oleh Ketua Pengurus Besar PGRI, Abdul Waseh menyalurkan bantuan ke Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal, Wijaya dan LKBH Pengurus Besar PGRI, Didi Suprijadi menyalurkan bantuan ke Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Suasana haru terasa ketika rombongan Pengurus Besar PGRI tiba di lokasi terdampak bencana. Di tengah keterbatasan dan kelelahan yang dirasakan para guru serta warga, kehadiran organisasi profesi guru ini membawa harapan dan penguatan moril.
Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi. Kehadiran Pengurus Besar PGRI tidak hanya membawa bantuan sosial, tetapi juga menyampaikan pesan kebersamaan. Bagi para guru yang terdampak, kehadiran pimpinan tertinggi PGRI menjadi bukti bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini.
Secara simbolis bantuan disalurkan kepada 70 guru terdampak di Kabupaten Langkat, 100 guru terdampak di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan 50 guru terdampak di Kota Sibolga. Bantuan ini terhimpun dari solidaritas anggota dan pengurus PGRI di semua tingkatan, lembaga pendidikan PGRI, badan kelengkapan organisasi PGRI dan IGTKI PGRI. PGRI menyadari bantuan ini memang tidak serta-merta menghapus dampak bencana, namun mampu menghadirkan secercah kelegaan. Senyum haru dan mata berkaca-kaca tampak di wajah para penerima bantuan, inilah uluran tangan dari organisasi yang selama ini mereka jadikan rumah bersama.
Unifah Rosyidi menegaskan bahwa PGRI hadir bukan semata sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai keluarga besar yang saling menguatkan. Ia menyampaikan bahwa ketika guru tertimpa musibah, PGRI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, mendengar, dan membantu semampunya. Menurutnya, solidaritas dan empati adalah kekuatan utama yang harus terus dijaga oleh PGRI di setiap situasi.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut didampingi Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Utara, Pengurus PGRI Kabupaten Langkat, Pengurus PGRI Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Pengurus PGRI Kota Sibolga. Ked Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Utara menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Pengurus Besar PGRI kepada para guru di wilayahnya. Kehadiran langsung pimpinan Pengurus Besar PGRI dinilai memberi suntikan semangat baru bagi para guru untuk kembali bangkit dan menjalani aktivitas pendidikan dengan penuh keteguhan.
Bagi para guru penerima bantuan, momen ini menjadi pengingat bahwa pengabdian mereka tidak dilupakan. Di tengah upaya memulihkan diri dan lingkungan pascabencana, dukungan moral dari PGRI menjadi kekuatan yang tak ternilai. Apresiasi juga datang dari masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kepedulian dan respons cepat Pengurus Besar PGRI terhadap kondisi darurat.
Diakhir kegiatan ditutup dengan doa bersama. Dalam doa itu, terselip harapan agar para guru dan warga terdampak diberi kekuatan, keselamatan, serta keteguhan hati untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan. Melalui langkah ini, PGRI kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir, berjalan bersama, dan menguatkan guru di setiap keadaan—baik dalam pengabdian maupun saat menghadapi ujian kehidupan. (wdy)


