PB PGRI Serahkan Bantuan Rp1,135 Miliar untuk Guru Terdampak Bencana di Aceh, Dorong Revitalisasi dan Relokasi Sekolah Pidie Jaya

Pidie Jaya, Aceh, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (Pengurus Besar PGRI) kembali menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan melaksanakan kunjungan kemanusiaan ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa, 13 Januari 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap guru dan satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, didampingi Ketua Pengurus Besar PGRI Basyarudin Thayib, Baskara Aji, serta Ketua Departemen Kominfo Pengurus Besar PGRI Agus Rohiman.

Setibanya di Kota Meureudu, rombongan Pengurus Besar PGRI terlebih dahulu melapor secara resmi kepada Satkorlap Tanggap Bencana Kabupaten Pidie Jaya sebagai bentuk koordinasi dan sinergi dalam penanganan pascabencana.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan:

  • Kunjungan ke SD Negeri 3 Meureudu Pidie Jaya serta penyerahan santunan secara simbolis kepada 10 guru anggota PGRI terdampak berdasarkan database SIGAP PGRI Aceh.
  • Kunjungan dan penyerahan santunan di SMP Negeri 1 Meurah Dua.
  • Kunjungan dan penyerahan santunan di SMA Negeri 2 Meureudu.
  • Kunjungan ke salah satu rumah guru yang mengalami kerusakan berat akibat bencana.

Pada kesempatan tersebut, Pengurus Besar PGRI juga menyerahkan bantuan dana secara simbolis sebesar Rp1.135.000.000 kepada PGRI Provinsi Aceh dan SIGAP Provinsi Aceh sebagai bentuk dukungan nyata bagi penanganan guru dan satuan pendidikan terdampak bencana.

Selain bantuan utama tersebut, Pengurus Besar PGRI juga mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial bagi komunitas pendidikan terdampak, sebesar Rp20.000.000 untuk masing-masing kabupaten/kota, dengan total 13 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Aceh, sehingga total dana trauma healing dan pendampingan mencapai Rp260.000.000. Dana ini secara khusus diperuntukkan bagi pemulihan psikologis guru dan peserta didik pascabencana.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI menyampaikan rasa keprihatinan mendalam serta salam solidaritas dari seluruh anggota PGRI se-Indonesia kepada para guru dan masyarakat Pidie Jaya.

“PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai keluarga besar guru Indonesia yang selalu bersama dalam suka maupun duka,” ujar Unifah.

Unifah menjelaskan bahwa bantuan Pengurus Besar PGRI dilaksanakan melalui empat tahap, yakni:

  1. Pemanfaatan dana untuk kebutuhan survival pada masa darurat bencana,
  2. Bantuan bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak,
  3. Program trauma healing dan pendampingan psikososial,
  4. Pelaporan pemanfaatan dana sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Di sela-sela kunjungan, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa dan guru yang melaksanakan kegiatan belajar di tenda darurat. Dalam suasana sederhana namun penuh haru, Unifah memberikan motivasi agar semangat belajar dan mengajar tetap terjaga.

“Keterbatasan tidak boleh membatasi cita-cita. Anak-anak harus tetap bermimpi besar, dan para guru adalah penjaga harapan itu,” tutur Unifah.

Dorong Revitalisasi dan Relokasi Sekolah

Selain penyaluran bantuan, Pengurus Besar PGRI juga menyampaikan usulan strategis kepada pemerintah agar segera melakukan revitalisasi sekaligus relokasi sekolah-sekolah terdampak bencana ke lokasi yang lebih aman dan layak.

Menurut Unifah, revitalisasi saja tidak cukup apabila sekolah berada di zona rawan bencana. Relokasi menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan peserta didik, guru, serta keberlanjutan proses pendidikan.

“Sekolah harus segera dipulihkan, tetapi juga harus ditempatkan di lokasi yang aman. Revitalisasi dan relokasi harus berjalan seiring. Pendidikan tidak boleh berhenti, dan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama bangsa,” tegas Unifah.

Bupati Pidie Jaya menyambut baik kunjungan Pengurus Besar PGRI serta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pengurus Besar PGRI dan para guru di seluruh Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI dan seluruh guru Indonesia atas perhatian dan solidaritasnya. Bantuan ini sangat berarti bagi guru dan dunia pendidikan di Pidie Jaya,” ujar Bupati Pidie Jaya.

Kunjungan ini disambut hangat oleh para guru dan masyarakat. Kehadiran langsung pimpinan Pengurus Besar PGRI dinilai memperkuat semangat, optimisme, serta keyakinan bahwa dunia pendidikan memiliki kekuatan solidaritas yang tinggi. Melalui kegiatan ini, Pengurus Besar PGRI kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir, mengabdi, dan berjuang bersama guru Indonesia dalam misi kemanusiaan, kebangsaan, dan pendidikan. (AR)

You might like

Urgensi RUU Perlindungan Profesi Guru

Belakangan kita melihat berbagai kasus yang merendahkan dan mengancam profesi guru. Banyak guru menghadapi ancaman kriminalisasi justru pada saat menjalankan tugasnya di sekolah.

Tumpulnya Aturan Perlindungan Guru
Perlindungan hukum

Read More »

Menggagas Badan Guru Nasional

Kualitas pendidikan nasional masih stagnan. Berbagai kalangan menilai, arah kebijakan pendidikan nasional masih samar dan belum sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Berbagai indikator

Read More »

Trending

Belakangan kita melihat berbagai kasus yang merendahkan dan mengancam profesi guru. Banyak guru menghadapi ancaman

SuaraGuru – Jakarta. Membangun sinergitas lintas sektoral, PGRI menandatangani perjanjian kerja sama dengan BULOG. Penandatanganan

Suara Guru—Jakarta. Peran pemerintah daerah penting dalam memajukan pendidikan. Guru non-PNS di NTB misalnya berhasil