Menikmati Perjalanan Guru dari Aceh hingga Papua

Nyamuk nyamuk nakal ikut menemani. Tepok sana tepok sini. Satu persatu nyamuk mati di tanganku. Darah merah keluar dari perut nyamuk. Itulah darahku yang telah dihisapnya.

Satu persatu saya membaca kisah guru. Saya acungi 2 jempol atas perjuangan mereka. Saya menjadi malu kepada diri sendiri. Menjadi guru di Ibukota Jakarta jauh lebih enak daripada mereka yang berada di daerah 3T.

Ada 50 orang peserta guru menulis di gelombang ke 6 ini. Kami belajar menulis hanya melalui aplikasi WA group. Gelombang 1 sampai 5 masih terus berjalan. Tinggal finishing dan memotivasi mereka untuk menerbitkan bukunya.

Semua peserta saya tugaskan untuk menceritakan suka duka menjadi guru. Kisah nyata mereka membuat saya menyeka air mata. Sungguh sangat mulia hati mereka.

Membaca kisah mereka satu demi satu membuat diri ini belum ada apa apanya dibandingkan perjuangan mereka. Saya banyak belajar dari kisah kasih mereka di sekolah.

Semua guru dari berbagai pulau ada di sini. Dari Aceh hingga Papua telah mendaftar sebagai peserta. Tinggal saya mengemasnya menjadi sebuah pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan hati semua.

Teknologi informasi memudahkan kegiatan ini. Kami tak perlu tatap muka secara langsung. Biaya bisa ditekan tanpa konsumsi dan akomodasi. Nara sumber dibayar 2M. Makasih Mas. Hehehe.

Membaca kisah mereka saya sungguh berterima kasih. Saya tak perlu beli tiket pesawat ke aceh sampai papua. Tidak perlu beli tiket kereta bertemu bu endang dan ibu romdiyah. Juga tak perlu beli tiket kapal laut menemui ibu raihana di medan.

Tidak perlu uang Rp.450.000 dan menginap di hotel berbintang untuk belajar menulis dan saya mendapatkan pengalaman nyata guru-guru dari Aceh hingga Papua tanpa mengeluarkan biaya. Tulisan lengkap mereka di program guru menulis gratis gelombang ke-7 bisa dibaca di blog gratis http://wijayalabs.wordpress.com.

Rencana tulisan mereka yang bagus bagus itu akan saya rajut menjadi sebuah buku keroyokan ber isbn. Buku ini dikemas baik dalam bentuk digital maupun cetak. Sebuah penerbit besar sudah suap eh siap membantu saya. Semoga telah terbit di hari ulang tahun guru di bulan Nopember 2018. Inilah kado terindah yang akan saya persembahkan untuk guru Indonesia. (Om Jay)

You might like

Trending

Kerja sama dengan Bulog

SuaraGuru – Jakarta. Membangun sinergitas lintas sektoral, PGRI menandatangani perjanjian kerja sama dengan BULOG. Penandatanganan

Rakornas PGRI: PGRI Menyiapkan Diri Menjadi Organisasi Profesi

Suara Guru—Jakarta. Peran pemerintah daerah penting dalam memajukan pendidikan. Guru non-PNS di NTB misalnya berhasil

Presiden Jokowi Setuju PGRI sebagai Organisasi Profesi

Jakarta, Suara Guru—“Saya kangen bertemu PGRI. Saat menjadi wali kota Solo, paling tidak dua hingga